BRMP Ruminansia Kecil Bersama Pemkab Aceh Tamiang Gelar Diskusi Strategis Rehabilitasi Sawah
Diskusi strategis percepatan rehabilitasi lahan sawah terdampak bencana alam digelar di Tanah Terban, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam mendukung pemulihan sektor pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah pascabencana.
Pertemuan tersebut menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, S.E.I., Kepala BRMP Ruminansia Kecil, Muhammad Syawal, S.Pt., M.Si., Kepala Dinas Pertanian Aceh Tamiang, drh. Yusbar, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Irwan Hadi, S.P., Kepala Bidang Perkebunan Sony Indra Syahputra, S.P., serta Kiki Hermawan, S.TP., selaku Ketua Tim Kerja Administrasi dan Kinerja Aceh Tamiang, bersama tim BRMP Ruminansia Kecil.
Diskusi difokuskan pada perumusan strategi percepatan rehabilitasi lahan sawah yang mengalami kerusakan akibat bencana alam. Berbagai pendekatan dibahas secara komprehensif, mulai dari identifikasi tingkat kerusakan lahan, penanganan teknis perbaikan struktur tanah, hingga penguatan sinergi lintas sektor dalam mendukung percepatan proses rehabilitasi.
Kepala BRMP Ruminansia Kecil, Muhammad Syawal, S.Pt., M.Si., selaku penanggung jawab kegiatan, menegaskan bahwa rehabilitasi lahan sawah bukan sekadar upaya teknis, melainkan bentuk harapan nyata bagi para petani untuk kembali bangkit. “Rehabilitasi lahan sawah akibat bencana alam merupakan harapan petani dalam membangkitkan kembali roda perekonomian mereka. Oleh karena itu, percepatan langkah harus dilakukan secara terarah dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, S.E.I., dalam kesempatan tersebut juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, instansi teknis, dan para pemangku kepentingan lainnya. Ia berharap hasil diskusi ini dapat segera diimplementasikan dalam bentuk aksi nyata di lapangan sehingga lahan sawah yang terdampak dapat segera kembali produktif.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kesepahaman dan komitmen bersama dalam mempercepat rehabilitasi lahan sawah, sehingga sektor pertanian di Kabupaten Aceh Tamiang dapat pulih dan kembali menjadi penopang utama perekonomian masyarakat. Sinergi yang terjalin diharapkan mampu menghadirkan solusi yang efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan bagi para petani terdampak.